Oleh: Ramadhan | Oktober 3, 2009

masalah legal yang berpengaruh pada lansia

ANI RISALATUL MU’AWANAH/07.40.003

PEMBIMBING:

ERFANDI

MASALAH LEGAL YANG BERPENGARUH PADA LANSIA

Tujuan perawatan klien lanjut usia

Tujuan perawatan meliputi:

  1. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dengan jalan perawatan,pencegahan.
  2. Membantu mempertahankanserta membesarkan gaya hidup atau emangat hidup klien lanjut usia.
  3. Menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit atau mengalami gangguan tertentu (kronis maupun akut).
  4. Merangsang para petugas kesehatan (dokter,perawat) untuk dapat mengenal dan meneggakkan diagnose yang tepat dan dini,bila mereka menjumpai suatu kelainan tertentu.
  5. Mencari upaya semaksimal mungkin,agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakut/gangguan,masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal).

LANDASAN PENANGANAN LANJUT USIA

Landasan penanganan lanjut usia meliputi:

  1. Filsafat Negara/P4.
  2. UNDANG-Undang Dasar 1945,pasal 27 ayat 2 dan pasal 34.
  3. Undang-Undang No.9 tahun 1960, tentang Pokok-Pokok Kesehatan Bab 1 pasal 1 ayat 1.
  4. Undang-Undang No.4 tahun 1965, tentang Pemberian Bantuan Penghidupan Orangtua.
  5. Undang-Undang no.5 tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Pemerintah di daerah.
  6. Undang-Undang No.6 tahun 1974, tentang ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial.
  7. Keputusan Presiden RI No.44 tahun 1974.
  8. Program PBB tentang lanjut usia, anjuran Kongres Internasional WINA tahun 1983.
  9. GBHN 1983/ Pelita IV.
  10. Keputusan Menteri Sosial RI No.44 tahun 1974, tentang Organisasi dan Tata Kerja departemen sosial Propinsi.
  11. Undang-undang No.10 tahun 1992, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
  12. Undang-Undang no.11 tahun 1992 tentang dana Pensiun.
  13. Undang-undang No.23 tahun 1992 tentang kesehatan.entang Garis-Garis besar Haluan Negara
  14. Ketetapan MPR No.II/MPR/1993 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara.
  15. Keputusan Menteri Sosial RI No.27 tahun 1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Depertemen Sosial.
  16. Delapan jalur pemerataan dan pelayanan kesehatan.
  17. Hari Lanjut Usia Nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden tanggal 29 Mei 1996 di semarang.
  18. Undang-Undang Kesejahteraan No. 13 tahun 1998, tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
  19. Tahun Lanjut usia Internasional tahun 1999.
  20. Sasaran WHO tahun 2000.

BEBERAPA ALASAN TIMBULNYA PERHATIAN KEPADA LANJUT USIA

Meliputi:

  1. Pensiunan dan masalah-masalahnya.
  2. Kematian mendadak karena penyakit jantung dan sroke.
  3. Meningkatnya lanjut usia.
  4. Pemerataan pelayanan kesehatan.
  5. Kewajiban Pemerintah terhadap orang cacat dan jompo.
  6. Perkembangan ilmu:
  • Gerontology
  • Geriatric
  1. Program PBB.
  2. Konferensi internasional di WINA tahun 1983.
  3. Kurangnya jumlah tempat tidur di rumah sakit.
  4. Mahalnya obat-obatan
  5. Tahun Lanjut Usia Internasional 1 oktober 1999.

KEGIATAN ASUHAN KEPERAWATAN DASAR BAGI LANJUT USIA

Kegiatan ini menurut Depkes (1993 Ib), dimaksudkan untuk memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan, perlindungan, dan pertolongan kepada lanjut usia secara indovidu maupun kelompok. Seperti di rumah/lingkungan keluarga, Panti werda maupun puskesmas, yang diberikan oleh perawat. Untuk asuhan keperawatan yang masih dapat dilakukan oleh anggota keluarga atau petugas sosial yang bukan tenaga keperawatan, diperlukan latihan sebelumnya atau bimbimbingan langsung pada waktu tenaga keperawatan melakukan asuhn keperawatan di rumah atau panti (Depkes,1993 1b).

PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA

PENDEKATAN FISIK

Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia dapat dibagi atas dua bagian, yakni:

  • Klien lanjut usia yang masih aktif, dimana keadaan fisiknya masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain, sehingga untuk kebutuhannya sehari-hari masih mampu melakukan sendiri.
  • Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun, dimana keadaan fisiknya mengalmi kelumpuhan atau sakiy. Perawat harus mengetahui dasar perawatan klien lanjut usia ini terutama tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebersihan perorangan untukmempertahankan kesehatannya.

PENDEKATAN PSIKIS

Disini perawat mempunyai peranan penting untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia, perawat dapat berperan sebagai supporter, interpreter terhadap segala segala sesuatu yang asing sebagai penampung rahasia yang pribadii dan sebagai sahabat yang akrab. Perawat hendaknya memiliki kesabaran dan ketelitian dalam memberikan kesempatan dan waktu yang cukup banyak untuk menerima berbagai bentuk keluhhan agar mereka merasa puas.

PENDEKATAN SOSIAL

Menadakan diskusi dan tukar pikiran serta bercerita merupakan salah satu upaya perawat dalam pendekatan sosial. Memberikan kesempatan untuk berkumpul bersama sesame klien lanjut usia berarti menciptakan sosialisasi mereka. Jadi pendekatan sosial ini merupakan suatu pegangan bagi perawat bahwa orang yang dihadapi adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.

PENDEKATAN SPIRITUAL

Perawat harus bisa memberikan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya, terutama bila klien lanjut usia dalam keadaan sakit,atau mendekati kematian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: