Oleh: Ramadhan | Oktober 2, 2009

PROSES MENUA PADA SISTEM GASTRO – INTESTINAL

PROSES MENUA PADA SISTEM GASTRO – INTESTINAL

Dibidang gastro-intestinal, pad populasi usia lanjut sebenarnya tidak ada kelainan yang sangat khas. Walaupun terdapat perubahan seluler stukturalseperti organ lainnya, fungsi system gastro-intestinal pada umumnya dapat dipertahankan sebagaimana manusia sehat. Gangguan fungsi biasanya terjadi apabila terdapat proses patologis pada organ tertentu, atau bilamana terjadi stress lain yang memperberat beban dari organ yang sudah mulai menurun fungsi dan anatomiknya.

Proses menua saluran cerna :

  1. Rongga mulut

Gigi mulai banyak yang tanggal, disamping itu juga terjadi kerusakan gusi karena proses degenerasi. Kedua hal ini sangat mempengaruhi proses mastikasi makanan. Lansia mulai sukar, kemudian lama kelamaan malas, untuk makan makanan berkonsistensi keras.

  1. Faring dan Esofagus

Banyak lansia sudah mengalami lelemahan otot polos sehingga proses menelan sering sukar. Kelemahan otot esofagus sering menyebabkan proses patologis yang disebut hernia hiatus.

  1. Lambung

Terjadi atropi mukosa. Atropi dari sel kelenjar, sel pariental dan sel chief akan menyebabkan sekresi asam lambung,pepsin dan faktor intrinsik berkurang. Ukuran lambung pada lansia menjadi lebih kecil, sehingga daya tamping makanan menjadi berkurang. Proses perubahan protein menjadi pepton terganggu karena sekresi asam lambung berkurang rangsang lapar juga berkurang.

  1. Usus halus

Mukosa usus halus juga mengalami atropi, sehingga luas permukaan berkurang, sehingga jumlah viili berkurang dan selanjutnya juga menurunkan proses absorbsi. Didaerah duodenum enzim yang dihasilkan oleh pancreas dan empedu juga menurun, sehingga metabolism karbohidrat,protein dan lemak menjadi tidak sebaik sewaktu muda. Keadaan ini sering menyebabkan gangguan yang disebut sebagai : maldigesti dan mal absorsi.

  1. Pankreas

Produksi enzim amylase,tripsin dan lipase akan menurun sehingga kasitas metabolisme karbohidrat, protein dan lemak juga akan menurun. Pada lansia sering terjadi pankreatitis yang dihubungkan dengan batu empedu. Batu empedu yang menyumbat ampula Vateri akan menyebabkan oto-digesti parenkim pankreas oleh enzim elastasedan fosfolipase-A yang diaktifkan oleh tripsin dan/atau asam empedu.

  1. Hati

Hati berfungsi sangat penting dalam proses metabolism karbohidrat, protein, dan lemak. Disamping juga memegang peranan besar dalam proses detoksifikasi, sirkulasi, penyimpanan vitamin, konjugasi bilirubin dsb. Dengan meningkatnya usia, secara histologik dan anatomik akan terjadi terjadi perubahan akibat atrofi sebagian besar sel, berubah bentuk menjadi jaringan fibrous dan dapat menyebabkan penurunan fungsi hati.

  1. Usus besar dan rectum

Pada usus besar kelokan pembuluh darah meningkat sehingga motilitas kolon berkurang, ini akan menyebabkan absorbs air dan elektrolit meningkat (pada kolon sudah tidak terjadi absorbsi makanan), feses menjadi lebih keras sehingga keluhan sulit buang air merupakan keluhan yang sering didapat pada lansia.

Imunitas Gastro-intestinal Pada Usia Lanjut

Sistem imun pada traktus gastro-intestinal merupakan salah satu alat pertahanan primer tubuh manusia terhadap faktor lingkungan yang masuk melalui mulut. Faktor penting yang sangat berpengaruh pada system imunitas terhadap infeksi pada orang tua adalah nutrisi. Walaupun masih masih memerlukan penelitian yang lebih luas, pada umumnya disepakati bahwa nutrisi yang kurang baik akan menyebabkan penderita lebih rentan terhadap infeksi. Kontroversi yang samp[ai sekarang masih terjadi adalah tentang mekanisme terjadinya imunosenesens (Arans, and Ferguson,1992). Imunosenesens adalah perubahan gradual pada system imun yang terjadi pada individu yang telah mencapai kematangan seksual. Perubahan itu berhubungan erat dengan proses invilusi dan atropi kelenjar timus (Busby, and Caranasos, 1985).

KESIMPULAN

Proses menua membawa banyak perubahan pada lanjut usia. Pada system gastro-intestinal, mulai gigi geligi sampai ke kolon/rectum. Walaupun demikian, proses menua tidak berarti terjadinya gangguan gastro-intestinal. Adanya gangguan system gastro-intestinal harus menyebabkan pertma-tama pemikiran kearah adanya proses patologis. Asesmen geriatric yang baik biasanya akan menemukan proses penyakit yang mendasari, yang mungkin diperberat oleh gangguan fisiologik dan anatomic akibat proses menua. Oleh karena gangguan pada system gastro-intestinal sering kali menyebabkan gangguan nutrisi yang kemudian secara berantai menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, maka asesmen yang teliti dan tindakan penatalaksanaan yang baik diperlukan agar penderita usia lanjut dapat melanjutkan kehidupannya dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Darmojo, R Boedhi & H Hadi Martono.1999. BUKU AJAR GERIATRI (ILMU KESEHATAN USIA LANJUT) EDISI KE 2. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: