Oleh: Ramadhan | Oktober 1, 2009

MODEL PENDIDIKAN KESEHAN PADA USIA LANJUT USIA ( LANSIA)

DISUSUN OLEH :

DEWI NURFIANA

NIM.07.055

MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN PADA LANSIA

  1. PEDOMAN PEMBINAAN KESEHATAN

Tujuan pembinaan kesehatan bagi kaum Lanjut Usia adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaanya dalam masyarakat.

Mereka yang berusia 40-45 tahun ( menjelang usia lanjut/masa virilitas ) memerlukan informasi pengetahuan sebagai berikut :

  1. Mengetahui sedini hasil mungkin adanya akibat proses penuaan, misalnya : adanya keluhan-keluhan :

Mudah lelah,

Nyeri dada,

Berrdebar-debar,

Sesak nafas waktu melakukan kerja fisik dan lain-lain.

  1. Mengetahui pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  2. Melakukan latihan kesegaran jasmani.
  3. Melakukan diet dengan menu yang seimbang.
  4. Meningkatkan kegiatan sosial di masyarakat.
  5. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka yang berusia 55-64 tahun ( masa presenium ) memerlukan informasi pengetahuan mengenai hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  2. Perawatan gizi / diet menu seimbang.
  3. Kegiatan olahraga / kesegaran jasmani.
  4. Perlunya berbagai alat bantu untuk tetap berdaya guna.
  5. Pengembangan hubungan sosial di masyarakat.
  6. Peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan kelompok risiko tinggi memerlukan informasi pengetahuan sebagai berikut :

  1. Pembinaan diri sendiri dalam hal pemenuhan kebutuhan pribadi, aktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah.
  2. Pemakaian alat bantu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada pada mereka.
  3. Pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  4. Perawatan fisioterapi di rumah sakit terdekat.
  5. Latihan kesegaran jasmani.
  6. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Secara umum, tindakan-tindakan pencegahan praktis yang kiranya dapat dijalankan adalah sebagai berikut :

  1. Hindari berat badan yang teralalu berat ( obesitas overweight ).
  2. Kurangi makan dan pilihlah makanan yang sesuai.
  3. Olahraga yang ringan dan teratur harus dilakukan.
  4. Faktor-faktor risiko penyakit jantung iskemik perlu dihindari.
  5. Menghindari timbulnya kecelakaan-kecelakaan.

Ada tiga macam :

  • Factor risiko yang tak dapat dihindari : umur, jenis kelamin, factor keturunan.
  • Factor risiko yang sukar dihindari : kepribadian.
  • Factor risiko yang dapat dihindari / dibatasi : merokok, hipertensi, diabetes mellitus, kelebihan berat badan, hiperkolesterolemia.
  1. Tindakan – tindakan mengisi kehidupan.
  2. Persiapan menghadapi pension.
  3. Pemeriksaan kesehatan secara periodik.
  1. PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN

Tentunya kita semua sependapat bahwa tujuan pembinaan Lanjut Usia adalah agar mereka mandiri, berguna dan sejahtera. Oleh karena itu tentunya kemandirian, kegunaan dan kesejahteraan dapat dijadikan criteria akan kualitas hidupnya. Untuk dapat menjalani hidup yang berkualitas di berikan bekal. Bagi seorang Lanjut Usia, bekal ini dapat berupa pengalaman, pengetahuan dan keahlian, kearifan dan kesehatannya. Seseorang yang menjalani hidup secara normal dapat diasumsikan bahwa semakin tua pengalaman juga semakin banyak, pengetahuannya makin luas, keahliannya semakin mendalam dan kearifannya semakin mantap. Namun demikian, kebugaran dan kesehatannya semakin menurun. Bersamaan dengan itu, menjelang saatnya memasuki Lanjut Usia bagi sebgian orang akan menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan dengan hilangnya kedudukan formal dengan segala konsekuensinya serta perubahan-perubahan yang terjadi yang dirasakan sebagai hilangnya teman-teman dalam arti kata yang sesungghnya.

Kesehatan yang di maksud disini adalah keadaan sejahtera secara fisik, mental, sosial dan tidak sekedar bebas penyakit atau cacat.. Kondisi kesehatan inilah yang pada hakikatnya menjadi penopang untuk mengamalkan pengalaman, dasarnya dipengaruhi oleh empat factor utama yaitu : factor keturunan, lingkungan, uoaya kesehatan dan perilaku. Terhadap factor keturunan tentunya kita tidak bisa berbuat apa-apa, dalam arti bahwa sesuatu yng diturunkan akan melekat pad diri kita untuk selama-lamanya. Dalam hal yang berkaitan dengan lingkungan, dalm banyak hal kita sering tidak mempunyai pilihan kecuali kit bisa memperbaikinya sendiri-sendiri maupun secara kolektif. Upaya kesehatan terutam menjadi tanggung jawab institusi kesehatan. Terapi menyangkut masalh perilaku sepenuhnya terletak di tangan orang masing-masing.

Dengan perilaku yang sehat, interaksi orang dengan lingkunganya maupun upaya kesehatan dapat menghasilkan kualitas hidup yang memadai dan mungkin juga umur panjang. Program tiga sehat pada hakikatnya adalah sebuah program perilaku. Disebut tiga sehat oelh karena mempunyai tiga komponen, yaitu mental, olahraga dan gizi. Ketiganya merupakan tritunggal. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal ketiganya harus dijalankan tanpa mengabaikan salah satu. Sebagai program perilaku, keberhasilan program ini akan sangat tergantung pada niat dan ketekunan yang menjalaninya.

Pokok-pokok kegiatannya adlah sebagai berikut :

  1. Olahraga secara teratur minimal 3 kali dalam seminggu yakni berjalan kaki, kalau bisa dengan kecepatan 6 km/jam selama 45 menit sampai 1 jam setiap kalinya. Kecepatan ini disesuaikan dengan kemampuan. Yang terpenting adalah teraturnya olahraga tersebut dijalankan.
  2. Diet dengan pedoman sebagai berikut :
  1. Susunan makanan yang beraneka ragam,
  2. Mengurangi konsumsi gula,
  3. Mengurangi konsumsi garam,
  4. Mengurngi konsumsi lemak,
  5. Meningkatkan serat dan pati sebagai sumber kalori,
  6. Untuk menjaga disiplin, kiat yang dapat dijalankan adalah dengan 3 kali seminggu pada hari senin, Rabu, Jumat tidak mengkonsumsi sama sekali makanan hewani. Sedangkan pada hari-hari lainnya berpedoman kepada apa yang disebutkan diatas.
  1. Dalam kaitannya dengan mental, diusahakan :
  1. Tetap aktif secara mental,
  2. Tetap aktif dalam kehidupan sosial,
  3. Menerima proses menjadi tua dengan ikhlas dan menyesuaikan diiri dengan realitas,
  4. Menjauhi polusi mental,
  5. Meningkatkan kehidupan spiritual.

Semua kegiatan di atas dilengkapi dengan pemeriksaankesehatan berkala yang dilakukan sekali dalam setahun. Evaluasi sementara memberikan kesan sebagai berikut :

  1. Program tiga sehat yang ditetapkan kepada purnawirawan dan warakawuri dirasakan dapat menggairahkan kehidupannya serta menjadi cara untuk menghilangkan stress.
  2. Dirasakan meningkatnya kebugaran serta menurunya frekuensi keluhan sakit yang tidak jelas.
  3. Menurunya kebutuhan akan obat-obatan bagi mereka yang menderita penyakit tertentu.

Daftar Pustaka

Departemen Kesehatan RI (1990), Perawatan Kesehatan Masyarakat, Seri A : Petunjuk Pelaksanaan Kelompok Di Puskesmas,Ditjen Binkesmas,Jakarta.

Departemen Kesehatan RI (1993), Perawatan Kesehatan Masyarakat II , Petunjuk Pembinaan Kelompok Sosial/Khusus, Jakarta.

TUGAS GERONTIK DEWI 3B.doc


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: