Oleh: Ramadhan | Oktober 2, 2009

masalah etis yang mempengaruhi pada lansia

tikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.doc

Disusun Oleh

Nama               : Antika Syofianingsih

NIM                : 07. 04. 004

Pembimbing      : Erfandi

MASALAH

Lanjut usia (lansia) juga perlu mendapatkan perhatian karena jumlahnya yang terus bertambah setiap tahunnya. Data BPS menunjukkan bahwa jumlah lansia terus meningkat dari 5,3 juta jiwa (1971) meningkat menjadi 14,4 juta jiwa (2000) dan diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 28,8 juta jiwa. Pertambahan penduduk lansia ini mungkin disebabkan oleh semakin membaiknya pelayanan kesehatan dan meningkatnya usia harapan hidup orang Indonesia.

LANSIA

Pedesaan perlu mendapatkan perhatian, 60% lansia Indonesia tinggal di pedesaan. Berbeda dengan lansia yang tinggal di perkotaan dan dekat dengan fasilitas kesehatan yang lengkap, lansia yang tinggal di pedesaan sangat minim aksesnya terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan cara hidup sehat.

KARAKTERISTIK PENYAKIT LANSIA

Biasanya bersifat multiple (tidak berdiri sendiri), saling terkait dan kronis, bersifat degenatif, sering menimbulkan kecacatan / kematian, sering kali disertai dengan masalah psikologis dan sosial.

PASIEN LANSIA VS PASIEN GERIATRI

Pasien lansia adalah pasien yang berusia diatas 60 tahun dengan penyakit tunggal. Pasien geriatri adalah pasien berusia diatas 60 tahun dengan penyakit ganda, misalnya komplikasi diabetes, hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pada pasien geriatri  gejala penyakit tidak khas.

Karakteristik pasien geriatri adalah penurunan daya cadangan faali tubuh, penurunan kemampuan melakukan aktifitas hidup sehari-hari, mengalami gangguan nutrisi bahkan mengalami immobilitasi (harus firah baring selama hitungan hari atau bulan).

Penanganan pasien geriatri memerlukan penanganan yang berbeda dengan pasien biasa. Dilakukan oleh suatu tim dari berbagai disiplin ilmu secara komprehensif. Warga usia lanjut juga rentan terkena dimensia (pikun) dan penurunan kemampuan untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari. Tingkat kemandirian diukur dengan indeks Barthel yang terdiri dari 10 aspek; diantaranya: kemampuan untukmakan (mandiri / perlu bantuan), ke toilet untuk BAK / BAB, mandi, mangenakan pakaian, jalan kaki, transfer dari berbaring ke duduk, naik turun tangga dan menyiapkan makanan sendiri.

PROGRAM PEMBERDAYAAN LANSIA

Tujuan : Memberdayakan lansia sehingga mereka mampu untuk menolong dirinya sendiri dalam mengatasi masalah kesehatannya serta dapat menyumbangkan tenaga dan kemampuannya untuk kepentingan keluarga dan masyarakat.

Sasaran utama yaitu para lanjut usia dan sasaran antara yaitu keluarga yang memiliki lansia, kelompok usia pra lansia dan masyarakat. Kegiatan yang dikembangkan lebih memempatkan lansia sebagai subjek, bersifat kegiatan yang mempertahankan derajat kesehatan, meningkatkan daya ingat, meningkatkan rasa percaya diri dan kebugaran lansia. Program yang dikembangkan hendaknya berbasis masyarakat sehingga dapat melibatkan masyarakat dan keluarga yang memiliki lansia dalam mengambangkan program-programnya. Kegiatan bisa berupa : Need Assessment, seminar dan loka karya mengenai pengambangan program pelayanan bagi lansia, posyandu lansia, taman pembinaan lansia (TPL), pengumpulan data lansia serta pengambangan jaringan kerjasama.

PENDEKATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN LANSIA

Pendekatan yang bisa mencakup sehat fisik, psikologis, spiritual dan sosial. Pendekatan satu aspek tidak akan menunjang pelayanan kesehatan pada lansia yang membutuhkan pelayanan komprehensif, pendekatan eklektik holistik, pendekatan yang mencakup aspek psikososial dan lingkungan yang menyertai.

PENDEKATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN LANSIA

v     Pendekatan yang bisa mencakup sehat fisik, psikologis, spiritual dan sosial. Pendekatan satu aspek tidak akan menunjang pelayanan kesehatan pada lansia yang membutuhkan pelayanan komprehensif, pendekatan eklektik holistik.

v     Pendekatan yang mencakup askep psikososial dan lingkungan yang menyertai.

PENDEKATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN LANSIA MELIPUTI:

v     Pendekatan biologis : Menitik beratkan pada perubahan-perubahan biologis.

Perubahan mencakup anatomi dan fisiologis serta berkembangnya kondisi patologis yang multiple.

v     Pendekatan psikologis : Menekankan pada pemeliharaan dan pengembangan faktor-faktor kognitif, afektif, konotif dan kepribadian.

  • Fungsi kognitif

Kemampuan belajar (learning), kemampuan pemahaman (comprehension), kinerja (performance), pemecahan masalah (problem solving), daya ingat (memory), motivasi, pengambilan keputusan, kebijaksanaan.

  • Fungsi afektif

Biologis            : perasaan indera, perasaan indra, perasaan vital dan perasaan naluriah

Psikologis         : P. diri, P. Sosial, P. Etis, estetis, intelek, religius

  • Fungsi konatif (Psikomotor)

Kepribadian

v     Pendekatan sosial budaya : Menekankan perhatian pada masalah-masalah sosial budaya yang mempengaruhi lansia.

“Activity Theory” orang yang masa mudanya sangat aktif dan akan terus memelihara keaktifannya setelah dia tua.

“Sense of Integrity” dibangun semasa muda dan tetap terpelihara sampai tua.

Erickson membagi manusia menurut fase umurnya. Ada masa krisis dalam setiap fase. Pada masa tua ada pilihan antara “Sense of Integrity” dan “Sense of Despair” karena ada rasa takut akan kematian.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: